Thursday, July 2, 2015

RPP SIFAT KOLIGATIF LARUTAN KUR 2013



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 

Sekolah:
: SMA Negeri 1 Trenggalek
Mata pelajaran:
: KIMIA
Kelas/Semester:
: XII / 1
Alokasi Waktu:
: 2 JP (2x45 menit)

A.     Kompetensi Inti (KI)
1.      Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3.      Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4.      Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B.     Kompetensi Dasar
1.      KD pada KI-1
1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi, kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
1.2    Mensyukuri kekayaan alam Indonesia berupa minyak bumi, batubara dan gas alam serta berbagai bahan tambang lainnya sebagai anugerah Tuhan YME yang digunakan untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
2.   KD pada KI-2
2.1    Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2   Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.3   Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan
3.   KD pada KI-3
3.1   Menganalisis penyebab adanya fenomena sifat koligatif larutan pada penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmosis.
4.   KD pada KI-4
4.1  Menyajikan hasil analisis berdasarkan data percobaan terkait penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmosis larutan.

C.     Indikator Pencapaian Kompetensi*)
1.      Indikator KD pada KI-1
Menunjukan rasa syukur terhadap kebesaran Tuhan YME atas adanya keteraturan dalam sifat koligatif larutan sehingga terciptanya berbagai produk untuk kehidupan sehari-hari
2.      Indikator KD pada KI-2
2.1.Menunjukan perilaku rasa ingin tahu, disiplin, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, komunikatif dalam merancang dan melakukan percobaan kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik
2.2.Bekerja sama dalam melakukan praktikum  dan diskusi,   membuang limbah praktikum pada tempatnya dan menggunakan bahan-bahan praktikum secukupnya
2.3.Proaktif dalam   kegiatan  diskusi untuk memecahkan  masalah dalam  kegiatan percobaan kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan osmotik
3.      Indikator KD pada KI-3
3.1.Menjelaskan pengaruh suhu dan tekanan terhadap sifat koligatif larutan
3.2.Menentukan pengaruh zat terlarut terhadap sifat koligatif larutan
4.    Indikator KD pada KI-4
4.1.Mengkomunikasikan hasil analisis data percobaan pengaruh temperature terhadap uap air
4.2.Mengkomunikasikan hubungan antara banyaknya zat terlarut senyawa non volatile dengan tekanan uap larutan

D.     Materi Pembelajaran
Penguapan adalah peristiwa yang terjadi ketika partikel-partikel zat cair meninggalkan kelompoknya. Semakin lemah gaya tarik-menarik antarmolekul zat cair, semakin mudah zat cair tersebut menguap. Semakin mudah zat cair menguap, semakin besar pula tekanan uap jenuhnya.
Dalam suatu larutan, partikel-partikel zat terlarut menghalangi gerak molekul pelarut untuk berubah dari bentuk cair menjadi bentuk uap sehingga tekanan uap jenuh larutan menjadi lebih rendah dari tekanan uap jenuh larutan murni.
Dari eksperimen yang dilakukan Marie Francois Raoult (1878), didapatkan hasil bahwa melarutkan suatu zat terlarut menyebabkan penurunan tekanan uap larutan.
Banyaknya penurunan tekanan uap (ΔP) terbukti sama dengan hasil kali fraksi mol zat terlarut (xB) dan tekanan uap pelarut murni ( P0A), yaitu:
Pada larutan yang terdiri atas dua komponen, pelarut A dan zat terlarut B, xA + xB = 1
maka xB = 1 – xA. Apabila tekanan uap pelarut di atas dilambangkan PA, ΔP = P0APA.
Persamaan akan menjadi:
Persamaan tersebut dikenal sebagai Hukum Raoult.
Tekanan uap pelarut (PA) sama dengan hasil kali tekanan uap pelarut murni (P0A )
dengan fraksi mol pelarut dalam larutan (xA).

Adanya zat terlarut pada suatu larutan tidak hanya memengaruhi tekanan uap saja, tetapi juga memengaruhi titik didih dan titik beku. Pada larutan dengan pelarut air, kita dapat memahami hal tersebut dengan mempelajari diagram fase air pada Gambar berikut :
Gambar Diagram Fase Air

Adanya zat terlarut pada suatu larutan menyebabkan penurunan tekanan uap yang mengakibatkan terjadinya penurunan garis kesetimbangan antarfase sehingga terjadi kenaikan titik didih dan penurunan titik beku.
Titik didih zat cair adalah suhu tetap pada saat zat cair mendidih. Pada suhu ini, tekanan uap zat cair sama dengan tekanan udara di sekitarnya. Hal ini menyebabkan terjadinya penguapan di seluruh bagian zat cair. Titik didih zat cair diukur pada tekanan 1 atmosfer. Contohnya, titik didih air 100°C, artinya pada tekanan udara 1 atm air mendidih pada suhu 100°C.
Perbedaan titik didih larutan dengan titik didih pelarut murni disebut kenaikan titik didih yang dinyatakan sebagai ΔTb (b berasal dari kata boil). Titik didih suatu larutan lebih tinggi atau lebih rendah daripada titik didih pelarut, bergantung pada kemudahan zat terlarut itu menguap dibandingkan dengan pelarutnya. Jika zat terlarut tersebut tidak mudah menguap, misalnya larutan gula, larutan tersebut mendidih pada suhu yang lebih tinggi daripada titik didih pelarut air. Sebaliknya, jika zat terlarut itu mudah menguap misalnya etanol, larutan akan mendidih pada suhu di bawah titik didih air.
Hukum sifat koligatif dapat diterapkan dalam meramalkan titik didih larutan yang zat terlarutnya bukan elektrolit dan tidak mudah menguap. Telah ditentukan secara eksperimen bahwa 1,00 mol (6,02 × 1023 molekul) zat apa saja yang bukan elektrolit dan tidak mudah menguap yang dilarutkan dalam (1.000 g) air akan menaikkan titik didih kira-kira 0,51 °C. Perubahan pelarut murni ke  larutan, yakni ΔTb, berbanding lurus dengan molalitas (m) dari larutan tersebut:
Seperti halnya pada kenaikan titik didih, adanya zat terlarut dalam larutan akan mengakibatkan titik beku larutan lebih kecil daripada titik beku pelarutnya. Penurunan titik beku, ΔTf (f berasal dari kata freeze) berbanding lurus dengan molalitas (m) larutan:
dengan Kf adalah tetapan penurunan titik beku molal pelarut (°C/m). Penurunan titik beku (Tf) adalah titik beku pelarut murni (Tf°) dikurangi titik beku larutan (Tf).


E.     Kegiatan Pembelajaran
Langkah Pembelajaran
Sintak Model Pembelajaran
Deskripsi
Alokasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan
Stimulation (simullasi/ Pemberian rangsangan)




















Mengamati :

Siswa diberi motivasi untuk memusatkan perhatian pada topic sifat koligatif larutan dengan memberikan beberapa ilustrasi :
1.       Pernahkah kalian mengukur temperatur air mendidih di pantai dan pegunungan? Dimana yang lebih cepat mendidih, dipantai atau dipegunungan?
2.       Pernahkah kalian mengamati air mendidih? Apa yang terjadi jika kedalam air yang mendidih tersebuh ditambahkan zat lain misalnya garam/sayur?
3.       Menyajikan tabel data yang berisi pengaruh temperatur terhadap tekanan uap air, misalnya:
Temperatur (0C)
Tekanan uap (mmHg)
0
4,6
5
6,5
10
9,2
15
12,8
20
17,5
25
23,8
30
31,8
Bagaimana hubungan antara suhu dan tekanan uap pada tabel di atas?
10 menit
Kegiatan Inti **)


Problem statemen (pertanyaan / identifikasi masalah)
Menanya :
Guru memberikan kesempatan kepada siswa, untuk menyelidiki tabel sampai siswa mendapat jawaban yang ingin ditanyakan pada kegiatan pembelajaran kemudian mencatat hasil kajian pada lembar kerja yang disiapkan siswa
60 menit
Data collection (pengumpulan data)
Mengumpulkan Informasi :
Siswa diminta lagi untuk mengumpulkan data melalui tabel berikut:
Zat terlarut
Massa zat terlarut
Jenis pelarut, banyaknya
Tekanan uap larutan
Tekanan uap pelarut
Suhu
Sukrosa
210 g
Air,
485 g
23,3 mmHg
23,8 mmHg
25
Sukrosa
68 g
Air,
1000 g
28,25 mmHg
28,35 mmHg
28
Untuk menjawab pertanyaan, siswa dituntun dengan pertanyaan misalnya:
1.       Mengapa zat terlarut yang ditambahkan ke dalam pelarut menyebabkan terjadinya penurunan tekanan uap?
2.       Bagaimana hubungan antara jumlah zat terlarut dan jumlah pelarut terhadap penurunan tekanan uap larutan?

Setelah kegiatan tanya jawab (seputar pengumpulan pertanyaan peserta didik), guru memfasilitasi siswa untuk menemukan jawaban dengan cara melakukan menkaji puskata.
Guru meminta peserta didik untuk mencari berbagai informasi mengenai sifat koligatif larutan. Informasi minimal yang diharapkan dapat diperoleh siswa adalah:


a.       Mendapatkan gambar diagram fasa

Gambar 1 Diagram penurunan tekanan uap, titik beku, dan kenaikan titik didih
Berdasarkan gambar di atas, dapat dilihat bahwa:
·         Tekanan uap larutan lebih rendah daripada tekanan uap pelarut murni. Hal ini menyebabkan penurunan titik beku larutan lebih rendah dibandingkan dengan penurunan titik beku pelarut murni. 
·         Selisih temperatur titik beku larutan dengan titik beku pelarut murni disebut penurunan titik beku (∆Tf).
Tf  = Tf pelarut murni  - Tf larutan
·         Menurut Hukum Backman dan Raoult bahwa penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berbanding langsung dengan molalitas yang terlarut di dalamnya. Hukum tersebut dapat dirumuskan sebagai berikut.
Tf  = m x Kf
                 Keterangan:
                 Tf         = penurunan titik beku
                 Kf           = tetapan titik beku molal
                 m            = molalitas
Syarat Hukum Backman dan Raoult adalah sebagai berikut.
a.       Rumus di atas berlaku untuk larutan nonelektrolit.
b.       Tidak berlaku untuk larutan yang mudah menguap.
c.        Hanya berlaku untuk larutan yang sangat encer, pada larutan yang   pekat terdapat penyimpangan.

·         Sifat koligatif berlaku pada zat-zat nonelektrolit dan elektrolit.
·         Zat elektrolit jika dilarutkan akan terionisasi menjadi ion-ion yang merupakan partikel-partikel di dalam larutan ini.
·         Hal  ini menyebabkan jumlah partikel pada satu mol larutan elektrolit lebih banyak daripada larutan nonelektrolit.
·         Penurunan titik beku pada larutan elektrolit dipengaruhi oleh faktor van’t Hoff (i). Menurut Van’t Hoff, i = 1 + (n – 1)α
·         i =  
Tf = Kf x m x i

Tf = Kf x m (1 +(n 1) α )
Keterangan:
n = jumlah ion yang dihasilkan dari ionisasi satu molekul zat elektrolit
α= derajat ionisasi zat elektrolit


Data processing (pengolahan Data)
Mengasosiasi:
Dalam kelompok diskusi siswa mengolah data berdasarkan tabel di atas.
Setelah mengumpulkan informasi melalui kajian pustaka dan mencatat hasil, peserta didik mengolah data dengan mengassosiasikan pengetahuan yang didapat dengan cara melakukan diskusi bersama kelompok

Verification (pembuktian)
Pada tahap ini, siswa mendiskusikan hasil pengolahan data dan memverifikasi hasil pengolahan data dengan teori pada buku sumber misalnya dengan melihat diagram fasa.

Generalization (menarik kesimpulan/ generalisasi)
Guru memfasilitasi peserta didik membuat kesimpulan hasil diskusi kelompok :
1.       Menyimpulkan pengaruh jumlah zat terlarut dalam pelarut terhadap penurunan tekanan uap larutan
2.       Menyimpulkan pengaruh jumlah zat terlarut dalam pelarut terhadap penurunan titik beku larutan
3.       Menyimpulkan pengaruh jumlah zat terlarut dalam pelarut terhadap kenaikan titik didih larutan
Guru memfasilitasi siswa mempresentasikan dengan menggunakan bahasa yang komunikatif.

Kegiatan Penutup

1.       Siswa dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran
2.       Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berkinerja baik.
3.       Pemberian tugas untuk mempelajari sifat koligatif larutan elektrolit
20 menit

F.      Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1.      Jenis/Teknik Penilaian      :
Penilaian Sikap          :       Penilaian Diri
                                                Penilaian Antar Teman
                                                Observasi
                                                Jurnal
Penilaian Pengetahuan :    Tes Tulis (PG dan Uraian)
                                                Tes Lisan
                                                Penugasan
Penilaian Ketrampilan       :           Portofolio



2.      Bentuk Instrumen dan Instrumen
A.     Penilaian Sikap:
1.      Observasi
Lembar Penilaian pada  Kegiatan Diskusi

Mata Pelajaran :  Kimia
Kelas/Semester :  XII / 1
Topik                 :  Sifat Koligatif Larutan
Indikator         :  Peserta didik  menunjukkan perilaku  kerjasama, rasa ingin tahu, santun,  dan komunikatif sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
No
Nama Siswa
Kerja sama
Rasa ingin tahu

Santun


Komunikatif

Jumlah Skor
Nilai
1.
................






2.
................






...







Kolom Aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut.
4        = sangat baik
3    = baik
2    = cukup
1    = kurang

2.   Penilaian Diri
Penilaian Diri
Topik:......................

Nama: ................
Kelas: ...................
Setelah mempelajari materi Sifat Koligatif Larutan , Anda dapat melakukan penilaian diri dengan cara memberikan tanda V pada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan.
No

Pernyataan
Sudah memahami

Belum memahami
1.
Memahami konsep Sifat Koligatif Larutan


2.
Memahami pengaruh zat terlarut terhadap Sifat Koligatif Larutan


3.
Memahami Diagram P T H2O


4.
Memahami penurunan Tekanan uap Larutan, Penurunan titik Beku dan Kenaikan Titik Didih


5
Memahami Tekanan Osmotik





3.      Penilaian antar peserta didik
Penilaian antar Peserta Didik
Topik/Subtopik: ........................................
Tanggal Penilaian: .....................................
Nama Teman yang dinilai: ........................
Nama Penilai:............................................
-        Amati perilaku temanmu dengan cermat selamat mengikuti pembelajaran  Kimia
-        Berikan tanda v pada kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu.
-        Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu
No
Perilaku
Dilakukan/muncul
YA
TIDAK
1.
Mau menerima pendapat teman


2.
Memaksa teman untuk menerima pendapatnya


3.
Memberi solusi terhadap pendapat yang bertentangan


4.
Mau bekerjasama dengan semua teman


5.
......................................


Pengolahan Penilaian:
Perilaku/sikap  pada instrumen di atas ada yang positif (no 1. 2dan 4)  dan ada yang negatif (no 2) Pemberian skor untuk perlaku positif  YA = 2, Tidak = 1.Untuk yang negatif  Ya = 1 dan Tidak=2

1)      Jurnal
JURNAL
Nama Peserta Didik    : …………...........................................……..
Kelas                              :   .....................................................................................
Aspek yang diamati    : ………...........................................………..

NO
HARI/TANGGAL
KEJADIAN
KETERANGAN/
TINDAK LANJUT
1.



...




B.     Penilaian Pengetahuan:
1.      Pilihan Ganda
Instrumen    
Indikator Soal : Diberikan gambar partikel zat dalam pelarut yang sama jumlahnya dan dalam ruang tertutup siswa dapat menentukan tekanan uap larutan yang terbesar
Berikut  ini  jumlah partikel zat  terlarut yang  terdapat dalam 2 mol pelarut dalam ruangan tertutup:



Berdasarkan gambar tersebut, tekanan uap  yang  paling  Besar  terdapat  pada  larutan nomor ….  A. 1                B.2             C. 3                 D. 4                 E. 5
2.      Soal Uraian
Indikator Soal : Siswa dapat membandingkan titik didih dan titik beku antara air gula dengan air Suling
Bagaimana titik didik beku dan titik didih air gula jika dibandingkan dengan titik didih dan titik beku air Suling?
Jawab :
Air gula memiliki titik beku yang lebih rendah dan titik didih yang lebih tinggi dari air Suling
No
Uraian
Skor
1
Titik didih benar, titik beku benar
100
2
Titik Didih benar , titik beku salah atau titik didih salah ttitik beku benar
50
3
Kedua jawaban salah atau tidak menjawab
0

3. Penugasan
Aplikasi Sifat Koligatif Larutan

Indikator : Siswa dapat membuat artikel Sifat Koligatif Larutan Dalam Kehidupan sehari hari
Tugas :
Sifat Koligatif Larutan dalam kehidupan sehari hari sangat bermanfaat untuk kehidupan manusia, Buatlah artikel/ Esai tentang pemanfaatan/Aplikasi salah satu sifat Koligatif Larutan dalam kehidupan sehari hari. Carilah bahan bacaan/ referensi dari berbagai sumber buku atau internet. Presentasikan hasil karya Anda
Rubrik :
No
Uraian
Skor
1
Judul
10
2
Masalah/Tema
20
3
Pembahasan/ Solusi Alternatif
60
4
Penutup
10

Skor Total
100



C. Penilaian Ketrampilan
1. Penilaian Produk
Indikator : Siswa dapat Membuat es krim sederhana/ Es Puter

Format Penilaian Produk
Materi Pelajaran :              
Nama  Produk    :              
Alokasi Waktu    :              
                Nama Peserta didik:          
Kelas      :

No
Tahapan
Skor ( 1 – 5 )*
1
Tahap Perencanaan Bahan

2
Tahap Proses Pembuatan :
a.       Persiapan alat dan bahan
b.       Teknik Pengolahan
c.       K3 (Keselamatan kerja, keamanan dan kebersihan)

3
Tahap Akhir (Hasil Produk)
a.       Bentuk fisik
b.       Inovasi

TOTAL SKOR

 Catatan :   *) Skor diberikan dengan rentang skor 1 sampai dengan 5, dengan ketentuan semakin lengkap jawaban dan ketepatan dalam proses pembuatan maka semakin tinggi nilainya.

4.      Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1.      Media        :  Bahan tayang powerpoint
2.      Alat            :  Perangkat penayang PowerPoint
3.      Sumber       : Buku Siswa Kimia 3 berbasis eksperimen, Sentot Budi Rahardjo dan Ispriyanto, Solo: Tiga Serangkai, 2014




Mengetahui,                                                                 Trenggalek,     Juni 2015
Kepala Sekolah                                                            Guru Mata Pelajaran



Drs. Sugeng Riyono, M.Pd                                         Mohammad Bakri
NIP. 196305071987021005                                        NIP. 196712011990011001









RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 

Sekolah:
: SMA Negeri 1 Trenggalek
Mata pelajaran:
: KIMIA
Kelas/Semester:
: XII / 1
      Materi Pokok       : Kenaikan Titik Didih dan Penurunan Titik Beku Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
                  Alokasi Waktu      : 2 x 45 Menit

A.    KOMPETENSI INTI
KI 1     :  Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2     : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3     : Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4     : Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.


B.     KOMPETENSI DASAR

1.      Menyadari  adanya  keteraturan  dalam  sifat  koligatif  larutan  sebagai  wujud kebesaran  Tuhan  YME  dan  pengetahuan  tentang  adanya  keteraturan  tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
2.      Menunjukkan  perilaku  ilmiah  (memiliki  rasa  ingin  tahu,  disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu  membedakan  fakta  dan  opini,  ulet,  teliti,  bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang  dan  melakukan  percobaan  serta  berdiskusi  yang  diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
3.      Menunjukkan perilaku  kerjasama,  santun,  toleran,  cinta  damai  dan  peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
4.      Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
5.      Menganalisis  penyebab  adanya  fenomena  sifat  koligatif  larutan  pada kenaikan  titik  didih dan  penurunan  titik  beku  larutan elektrolit dan non elektrolit.
6.      Menyajikan  hasil  analisis  berdasarkan  data  percobaan  terkait  kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
C.     INDIKATOR
1.   Mengamati kenaikan titik didih dan penurunan titik beku suatu zat cair akibat penambahan zat terlarut.
2.   Menghitung kenaikan titik didih  dan penurunan titik beku larutan elektrolit  dan nonelektrolit.
3.   Menafsirkan kenaikan titik didih dan penurunan titik beku suatu zat cair dan hubungannya dengan konsentrasi.
4.   Mengkaji diagram P-T untuk menentukan kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan.
5.   Menyimpulkan  pengaruh  penambahan  zat  terlarut  terhadap  kenaikan  titik didih larutan elektrolit dan non elektrolit.
6.   Menyimpulkan pengaruh penambahan zat terlarut terhadap penurunan titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit.
7.    

D.    TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Siswa dapat menjelaskan pengertian titik didih larutan.
2.      Siswa  dapat  menjelaskan  pengaruh  penambahan  zat  terlarut  terhadap kenaikan titik didih larutan.
3.      Siswa  dapat  menghitung  kenaikan  titik  didih  larutan  elektrolit  dan  nonelektrolit.
4.      Siswa dapat menjelaskan pengertian titik beku larutan.
5.      Siswa  dapat  menjelaskan  pengaruh  penambahan  zat  terlarut  terhadap penurunan titik beku larutan.
6.      Siswa dapat menghitung penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.

E.     MATERI
1.      Kenaikan titik didih larutan
2.      Penurunan titik beku larutan

F.      PENDEKATAN/STRATEGI/METODE PEMBELAJARAN
·         Pendekatan     : Scientific
·         Model              : Inquairy
·         Strategi            : Kolaboratif & Kooperatif
·         Metode            : Diskusi, Praktikum.


G.    MEDIA, ALAT DAN SUMBER PEMBELAJARAN
·      Video Animasi
·      Slide Powerpoint
·      Alat dan Bahan Praktikum
·      Buku Kimia Kelas XII

H.    KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.      Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam
2.      Guru menciptakan suasana kelas yang religious dengan mengajak siswa berdoa terlabih dahulu
3.      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
4.      Guru memberikan apersepsi untuk menggali pengetahuan awal siswa melalui kegiatan tanya jawab serta member motivasi.
5.      Guru memberitahukan sumber – sumber belajar yang akan digunakan.
10 menit
Inti
1.      Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan tiap kelompok terdiri atas 4 siswa.
2.      Guru menyajikan kejadian-kejadian atau fenomena yang  memungkinkan siswa menemukan masalah mengenai kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dalam kehidupan.
3.      Guru membimbing  siswa untuk  mengajukan  hipotesis  terhadap  masalah  yang  telah dirumuskannya  mengenai  kenaikan  titik  didih dan penurunan tekanan titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit.
4.      Guru membimbing siswa merumuskan masalah penelitian berdasarkan kejadian dan fenomena yang disajikannya.
5.      Guru membimbing siswa untuk  merencanakan  pemecahan  masalah,  membantu menyiapkan  alat  dan  bahan  yang  diperlukan  dan  menyusun  prosedur kerja praktikum sifat koligatif larutan.
6.      Selama  dilaksakannya  praktikum,  siswa dibimbing  dan  difasilitasi apabila mereka menghadapi masalah.
7.      Membantu siswa melakukan pengamatan tentang hal-hal penting apa saja yang harus diamati  dan membantu  mengumpulkan serta  mengorganisasi data yang diperoleh berdasarkan hasil praktikum.
8.      Guru Menyajikan  video  animasi  mengenai  kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
9.      Guru membantu  siswa  menganalisis  data  berdasarkan  pemahaman  akan konsep yang telah mereka miliki.
10.  Guru membimbing  siswa  mengambil  kesimpulan  berdasarkan  data  dan menemukan sendiri konsep yang ingin ditanamkan
11.  Guru memberikan  kesempatan  siswa  untuk  mempresentasikan  kesimpulan berdasarkan  data  yang  telah  dimilikinya,  dan  menjelaskan  konsep  yang telah dipahaminya.
70 menit
Penutup
1.      Dengan bantuan komputer, guru menayangkan apa yang telah dipelajari dan siswa membuat kesimpulan mengenai pengertian/ konsep kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
2.      Guru memberikan tugas PR beberapa soal mengenai penerapan konsep kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
3.      Guru menugasi siswa untuk membaca materi selanjutnya
4.      Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan untuk tetap belajar dan menutup dengan salam.
10 menit

I.       PENILAIAN

1.      Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik
Bentuk Instrumen
Sikap
Lembar Pengamatan Sikap
Tes Unjuk Kerja
Lembar Pengamatan Keterampilan Prakikum dan Rubrik
Tes Tertulis
Instrumen Soal Pengetahuan

2.      Contoh Instrumen
a.       Lembar pengamatan sikap
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
1
Sikap
a.    Terlibat aktif dalam pembelajaran kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
b.    Bekerja sama dalam kegiatan kelompok.
c.    Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
Pengamatan
Selama Pembelajaran dan saat diskusi
2
Pengetahuan
a.   Memahami konsep kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
d.   Menjelaskan kembali kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Pengamatan, tugas diskusi, dan tes
Selama Pembelajaran pada saat diskusi
3.
Keterampilan
Terampil menggunakan kenaikan titik didih dan penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolitdalam pemecahan masalah
Pengamatan
Pada saat penyelesaian tugas dan diskusi

b.      Lembar Pengamatan Keterampilan Praktikum
     
No
Aspek yang dinilai
Skor
Keterangan
1
2
3
1
Rasa ingin tahu




2
Ketelitian dalam menggunakan data hasil percobaan dan melakukan perhitungan




3
Ketekunan/  keuletan  dalam belajar  baik secara  kelompok maupun  individu  dalam menyelesaikan masalah yang ada.




4
Kejujuran  dalam  mengolah  data  untuk membuktikan sifat koligatif larutan





                  Rubrik
                 
No
Aspek yang dinilai
Rubrik
1
Menunjukan rasa ingin tahu
3 =  menunjukkan  rasa  ingin  tahu  yang besar,     antusias,  aktif  dalam  dalam kegiatan  baik kelompok  maupun individu.
2 =  menunjukkan  rasa  ingin  tahu,  namun tidak   terlalu  antusias,  dan  baru  terlibat aktif  dalam  kegiatan  kelompok  ketika disuruh  atau  kurang antusias  dalam menyelesaikan masalah secara individu.
1 = tidak  menunjukkan  antusias  dalam pengamatan,  sulit  terlibat  aktif  dalam kegiatan  kelompok  atau  individu walaupun telah didorong untuk terlibat.
2
Ketelitian dalam menggunakan data hasil percobaan dan melakukan perhitungan
3= mengamati  video/animasi  dan mengolah  data  hasil  percobaan  sesuai prosedur,  dan  melakukan  perhitungan secara tepat.
2= mengamati  video/animasi  dan mengolah  data  hasil  percobaan  sesuai prosedur,  namun  perhitungan  kurang tepat.
1= mengamati  video/animasi  dan mengolah  data  hasil  percobaan  sesuai prosedur, tetapi perhitungan tidak  tepat, atau sebaliknya.
3
Ketekunan/  keuletan  dalam belajar  baik secara  kelompok maupun  individu  dalam menyelesaikan masalah yang ada.
3 =  tekun/ulet  dalam  menyelesaikan  tugas dengan  hasil  terbaik  yang  bisa dilakukan, berupaya tepat waktu.
2= berupaya  tepat  waktu  dalam menyelesaikan  tugas,  namun  belum menunjukkan upaya terbaiknya.
1=   tidak berupaya sungguh-sungguh dalam menyelesaikan  tugas,  dan  tugasnya tidak selesai.
4
Kejujuran  dalam  mengolah  data  untuk membuktikan sifat koligatif larutan
3= menunjukkan  kejujurannya  dalam menggunakan  data  hasil  percobaan (data  apa  adanya)  untuk  membuktikan sifat koligatif larutan  dan menunjukkan kemandirian  dalam  menyelsaikan  masalah.
2= menunjukkan  kejujurannya  dalam menggunakan  data  hasil  percobaan (data  apa  adanya)  untuk  membuktikan sifat  koligatif  larutan,  namun  kurangmenunjukkan  kemandirian  dalam menyelsaikan  masalah (masih berusaha meminta jawaban  teman/menyontek) terutama pada kegiatan individu.
1= tidak  menunjukkan  kejujuran  dalam menggunakan  data  hasil  percobaan (mengubah  data  agar  sesuai  dengan sifat  koligatif  larutan)  dan  berusaha mencari  jawaban  dari  teman  lain dengan  cara  menyontek  untuk menyelesaikan tugas individu.








































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
 
Sekolah:
SMA A
Mata pelajaran:
KIMIA
Kelas/Semester:
XII/Gasal
Alokasi Waktu:
2 x 45 menit

B.      Kompetensi Inti (KI)
KI 1
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun,responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KI 3
. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

C.      Kompetensi Dasar
KD 1.1
Menyadari adanya keteraturan dalam sifat koligatif larutan, reaksi redoks, keragaman sifat unsur, senyawa makromolekul sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat tentatif
KD 2.1
Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin,  jujur, objektif, terbuka,  mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari
KD 2.2
       Menunjukkanperilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam
KD 2.3
Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud kemampuan memecahkan masalah
       dan membuat keputusan
       KD 3.2
       Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit.
       KD 4.2
       Mengolah dan menganalisis data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dengan sifat koligatif larutan nonelektrolit yang konsentrasinya sama

D.      Indikator Pencapaian Kompetensi*)
1.       Indikator KD pada KI-1
·         Menunjukkan rasa syukur terhadap kebesaran Tuhan yang Maha Esa atas adanya keteraturan dalam sifat koligatif larutan sehingga tercipta berbagai produk untuk kehidupan sehari – hari.

2.       Indikator KD pada KI-2
·         Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu, disiplin, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, komunikatif dalam menganalisis hasil percobaan sifat koligatif larutan.
·         Aktif dalam kegiatan diskusi untuk memecahkan masalah dalam sifat koligatif larutan.

3.       Indikator KD pada KI-3
·         Menganalisis data percobaan untuk membandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan non  elektrolit
·         Menyimpulkan perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektrolit

4.       Indikator KD pada KI-4
·         Menyajikan hasil analisis berdasarkan data percobaan terkait  penurunan titik beku.

E.       Materi Pembelajaran
·         Sifat koligatif berlaku pada zat-zat nonelektrolit dan elektrolit.
·         Zat elektrolit jika dilarutkan akan terionisasi menjadi ion-ion yang merupakan partikel-partikel di dalam larutan ini.
·         Hal  ini menyebabkan jumlah partikel pada satu mol larutan elektrolit lebih banyak daripada larutan nonelektrolit.
·         Penurunan titik beku pada larutan elektrolit dipengaruhi oleh faktor van’t Hoff (i). Menurut Van’t Hoff, i = 1 + (n – 1)α

·         i =  

Tf = Kf x m x i

Tf = Kf x m (1 +(n - 1) α )
Keterangan:
n = jumlah ion yang dihasilkan dari ionisasi satu molekul zat elektrolit
α= derajat ionisasi zat elektrolit

F.       Kegiatan Pembelajaran ( Discovery Learning)

Langkah Pembelajaran
Sintak Model Pembelajaran
Deskripsi
Alokasi Waktu
Kegiatan Pendahuluan



Apersepsi dan Motivasi






·         Guru memberi salam dilanjutkan dengan menanyakan kabar peserta didik dan kesiapan belajar
·         Guru mengabsen peserta didik
·         Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
·         Apersepsi: Guru memberikan pertanyaan tentang sifat koligatif
·         Motivasi:
Untuk membuat campuran pendingin, mana yang lebih efektif antara larutan gula dan larutan garam dengan molalitas yang sama?

10’









Stimulasi
·         Guru menayangkan data hasil percobaan yang diperoleh pada tekanan yang sama seperti berikut:
No.
Zat
Molalitas
Titik Beku (0C)
1.
Gula
1
-0,93
2.
Gula
2
-1,86
3.
NaCl
1
-1,86
4
NaCl
2
-3,72

·         Peserta didik diminta untuk mengamati dengan teliti data tersebut.


5’











Kegiatan Inti **)

Problem Statement
·         Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya setelah mengamati data yang disajikan.
       Contoh pertanyaan yang berkaitan
       dengan pengamatan:
-   Mengapa titik beku larutan gula 2 m lebih rendah dibandingkan dengan titik beku larutan gula 1 m?

10’
Collecting Data
·         Mencermati data hasil pengamatan dari percobaan Pengaruh Konsentrasi Zat Terlarut Terhadap Penurunan Titik Beku
·         Mengumpulkan informasi mengenai pengaruh zat terlarut (elektrolit dan non elektrolit) terhadap titik beku larutan
·         Mengumpulkan informasi mengenai pengaruh zat terlarut (elektrolit dan non elektrolit) terhadap sifat koligatif yang lain
20’
Data Processing
·         Peserta didik mengolah data dan berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan perbedaan zat elektrolit dan non elektrolit terhadap titik beku berdasarkan data pengamatan dan konsep yang terkait dari buku sumber
·         Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyimpulkan perbedaan zat elektrolit dan non elektrolit terhadap sifat koligatif yang lain

15’
Verification
·         Perwakilan peserta didik mempresen-tasikan hasil diskusi dalam kelompok
·         Peserta didik lain memberi tanggapan

15’
Generalization (menarik kesimpulan)
·         Perwakilan peserta didik menyimpulkan perbedaan sifat koligatif untuk larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
5’
Kegiatan Penutup

·         Peserta didik dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran  
·         Peserta didik menjawab kuis tentang penurunan titik beku.

10’


G.     Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1.       Penilaian

No
Aspek
Teknik
Bentuk Instrumen
1.
Sikap
·         Observasi Kegiatan Diskusi
·         Penilaian Diri
·         Penilaian Antar Peserta Didik

-      Lembar Observasi
-      Format  Penilaian
-      Format Penilaian

2.
Pengetahuan
·         Tes tertulis

-      Soal Uraian


5.       Instrumen penilaian

a.       Penilaian  Sikap

LEMBAR PENILAIAN SIKAP  PADA KEGIATAN DISKUSI

NO
NAMA
PESERTA
DIDIK
Disiplin
Teliti
Bertanggung jawab
Kerjasama
Kritis
Santun
Jumlah Skor
1








2








3








4








ü  Kolom Aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut.
                4 = sangat baik
                3 = baik
                2 = cukup
                1 = kurang

Perhitungan nilai sikap untuk instrumen di atas menggunakan rumus berikut

Nilai Sikap =  x 4

b.      Penilaian Pengetahuan

Kerjakan soal berikut!
Sebanyak 11,7 g NaCl (Mr = 58,5 g/mol) dilarutkan ke dalam air sampai volume 400 mL. Hitunglah tekanan osmotik larutan yang terbentuk jika diukur pada suhu  27 °C dan R = 0,082 L atm/mol K!

KUNCI JAWABAN
SKOR

Mol NaCl  = 0,2 mol

Molaritas NaCl = = 0,5 M

Π = M R T i
Π = 0,5 . 0,08205. 300 . 2
Π = 24,65 atm

1

1


1

1

6.       Remedial 
Soal Remidi
Kunci
Skor
Di antara larutan 0,5 M NaI dan 0,5 M Na2CO3, jelaskan larutan yang titik didihnya lebih tinggi?
NaCl (aq)            Na+(aq) + Cl-(aq)
Jumlah ion = 2
Konsentrasi ion = 1 M

Na2CO3(aq)          2 Na+(aq) + CO32-(aq)
Jumlah ion = 3
Konsentrasi ion = 1,5 M
 
Konsentrasi ion NaCl > Na2CO3

Maka titik didih larutan NaCl > larutan Na2CO3

1



1



1

1

7.       Pengayaan
Soal Pengayaan
Kunci
Skor
Sebanyak 30 gram zat organik tersusun dari 40% karbon; 6,6% hidrogen dan sisanya oksigen. Zat tersebut bila dilarutkan dalam 500 gram air ternyata membeku pada suhu -1,24 °C (Ar C = 12, H = 1, O = 16, Kb = 1,86). Tentukan:
a.       rumus empiris
b.      Mr zat organic
c.       rumus molekul

Perbandingan mol
C :  H  :  O  =   :    : 
                    = 3,33 : 6,6 : 3,33
                    = 1    :   2    :   1
Rumus empiris CH2O

Δ Tb = 1,24
Δ Tb = Kb . m
1,24 = 1,86 . m
m = 0,67 m
mol zat dalam 500 g air
=  x 0,67 = 0,335 mol

Mol =
Mr =   =    =  89,55 = 90

(CH2O)n  = 90
30 n  = 90
     n=3
Rumus molekul C3H6O3


0,5


0,5

0,5


0,5

0,5


0,5




0,5

0,5

Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1.    Media : LCD
2.    Sumber: Buku teks/buku peserta didik



                                                                                                                         

















Evaluasi
1.       Kenaikan titik didih molal  ialah kenaikan titik didih yang disebabkan oleh 1 mol zat terlarut dalam….
a.       100 gram pelarut                     d. 1.000 gram air
b.      1.000 gram pelarut                  e. 1 liter larutan
c.       1 liter pelarut
2.      Kelarutan CaCl2  dalam air pada suhu 0oC  adalah sekitar 5,4 m. Jika Kf = 1,86oC.m-1, maka penurunan titik beku larutan CaCl2  5,4 m adalah ……
a.       1oC                                          d.  4oC
b.      5oC                                          e.  2oC
c.       3oC     
3.      5,85 gram natrium klorida (NaCl) dilarutkan dalam 100 ml air, mempunyai derajat ionisasi 1. Jika Kfair = 1,86oC.m-1; maka penurunan titik bekunya adalah...(Ar Na = 23, Cl = 35,5)
a.       0,04oC                                     d.   3,72oC 
b.      0,19oC                                     e.   18,6oC
c.       1,86oC 
4.      Larutan berikut mempunyai titik beku yang paling rendah adalah...
a.       100 ml KOH 0,1 M                 d. 100 ml SrCl2 0,1 M
b.      100 ml NaCl 0,1 M                 e. 100 ml FeCl3 0,1 M
c.       100 ml MgCl2 0,1 M
5.      Suatu zat nonelektrolit X dalam air titik bekunya  -0,372oC. Jika Kbair = 0,52oC.m dan Kfair = 1,86oC.m-1  maka titik didih larutan X adalah...oC
a.       102,6                                       d.  100,104 
b.      101,04                                     e.   100,026
c.       100,26 
6.      27  gram  zat  non  elektrolit  dilarutkan  dalam  600  gram  air.  Larutan  mendidih  pada suhu 100,13oC.  Jika  kenaikan  titik  didih  m  air  0,52oC.m-1 maka  massa  molekul  relatif  zat  non elektrolit tersebut adalah…
a.       18                                            d.  180
b.      60                                            e.   342
c.       128 
7.      Untuk  menaikkan  titik  didih  250  gram  air,  menjadi  100,1oC  pada  tekanan  1  atm (Kb=0,50oC.m-1), maka jumlah gula (Mr = 342) yang harus dilarutkan adalah…
a.       654 gram                                 d.  17 gram  
b.      171 gram                                 e.   342 gram
c.       86 gram 

No comments:

Post a Comment

Web hosting

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls