Tuesday, December 4, 2012

Teori Asam Basa

asam basa dan teori asam basa



Zat-zat asam biasanya dinyakan sebagai HA, yang merupakan rumus umum asam. Zat-zat yang dalam larutan memiliki pH 7 disebut senyawa netral, pH kurang dari 7 disebut zat asam sedangkan zat-zat yang memiliki pH lebih dari 7 disebut basa.
Antara asam dapat basa dapat bereaksi yang disebut reaksi netralisasi. Produk yang diperoleh dari reaksi ini yaitu garam dan air. Walaupun dikatakan reaksi netralisasi tapi kenyataannya garam yang terbentuk tidak selalu bersifat netral. Beberapa asam dan basa yang telah digunakan dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat pada tabel.
Nama Rumus molekul Terdapat dalam
Asam asetat  Asam askorbat
Asam sitrat
Asam karbonat
Asam klorida
Asam nitrat
Asam fosfat
Asam tartrat
Asam malat
Asam format
Asam laktat
Asam benzoat
CH3COOH  C6H8O6
C6H8O7
H2CO3
HCl
HNO3
H3PO4
C4H6O6
C4H6O5
HCOOH
C3H6O3
C6H5COOH
Cuka dapur  Jeruk, tomat, sayuran
Jeruk atau vitamin C
Minuman berkarbonasi
Asam lambung
Pupuk
Deterjen, pupuk
Anggur
Apel
Sengatan lebah
Keju
Bahan pengawet makanan
Nama Rumus molekul Digunakan pada
Alumunium hidroksida AI(OH)3 Deodorant dan antasida
Kalsium Hidroksida Ca(OH)2 Plester
Magnesium Hidroksida Mg(OH)2 Antasida
Natrium Hidroksida NaOH Pembersih saluran pipa, penyerap gas CO2 dalam laboratorium
Kalium Hidroksida  Ammonium Hidroksida KOH  NH4OH Pembuatan sabun  Pelarut desinfektan






Teori Asam Basa
Teori Asam basa Arhenius
Svante August Arrhenius
Svante August Arrhenius
Pada tahun 1903 Arhenius mengungkapkan suatu teori yang dikenal sebagai teori asam basa. konsep asam basa menurut arhenius dikenal sebagai sebagai konsep beraqua. Asam adalah suatu spesies yang dapat melepaskan atau meningkatkan ion H+ (ion hidrogen) atau ion H3O+ (ion hidronium) jika dilarutkan dalam air.  Sedangkan basa adalah suatu spesies yang dapat melepaskan atau menambah OH‾ (ion hidroksil) jika dilarutkan dalam air.
Berikut beberapa contoh asam arhenius
HCl(aq) + H2O(l) ──→ H3O+(aq) + Cl‾(aq)
Asam Monoprotik dan Asam poliprotik
Spesies yang di dalam air melepaskan melepaskan atau menambah satu  ion H+ atau ion H3O+ disebut asam monoprotik. Sedangkan spesi yang memberikan lebih dari satu ion H+ atau H3O+ disebut asam poliprotik. Berikut beberapa contoh asam monoprotik dan asam poliprotik
Asam monoprotik Nama Asam poliprotik Nama
HF  HBr
HCN
HClO
HClO2
HClO3
HClO4
HNO2
HCOOH
CH3COOH
asam fluorida  asam bromida
asam sianida
asam hipoklorit
asam klorit
asam klorat
asam perklorat
asam nirit
asam formal
asam asetat
H2SO4  H2CO3
H2SnO2
H2SnO3
H2PbO2
H2PbO3
H2C2O4
H2S
asam sulfat  asam karbonat
asam satanit
asam stanat
asam plumbit
asam plumbat
asam oksalat
asam sulfida
Asam poliprotik yang di dalam air melepaskan 2 dan 3 H+ atau H3O+ berturut-turut adalah asam diprotok dan asam triprotik.
H2SO4 + H2O ──→ H+ + HSO4
HSO4 + H2O ──→ H+ + SO42-
H3PO4 + H2O ──→ H+ + H2PO4
H2PO4‾ + H2O ──→ H+ + HPO42-
HPO42- + H2O ──→ H+ + PO43-
NaOH, NH3, N2H2(hidrasin) merupakan beberapa contoh dari basa arhenius. Reaksi yang terjadi
NaOH(s) + H2O(l) ──→ Na+(aq) + OH‾(aq)
NH3(g) + H2O(l) ──→ NH4+(aq) + OH‾(aq)
N2H2(g) + H2O(l) ──→ N2H5(aq) +  OH‾(aq)
CO2 juga merupakan suatu asam. Karena reaksi dengan air membentuk asam karbonat. Asam karbonat yang terbentuk akan bereaksi lanjut dengan air menghasilkan H3O+ dan HCO3
Berikut reaksi yang terjadi
CO2(g) + H2O(l) ──→ H2CO3(aq)
H2CO3(aq) + H2O(l) ──→ H3O+(aq) + HCO3(aq)
Secara umum oksida nonlogam yang bereaksi dengan menghasilkan suatu larutan yang disebut anhidrida asam. Oksida logam atau basa anhidrat yang bereaksi dengan air dengan air akan menghasilkan hidroksidanya
Na2O + H2──→ 2NaOH
BaO + H2O   ──→ Ba(OH)2

Teori Asam Basa Bronsted-Lowry
bronsted-lowryTeori asam basa menurut Arhenius penggunaannya tidak begitu luas karena hanya dapat mengungkapkan fenomena asam basa yang terjadi dalam larutan air. Selanjutnya pada tahun 1923 teori asam basa dijelaskan secara bersamaan oleh J.N Bronsted ahli kimia Denmark dan T.M Lowry ahli kimia Inggris. Karena kedua ahli ini mengungkapkan teori yang sama secara bersamaan maka teori ini dikenal dengan teori asam basa Bronsted-Lowry. Menurut kedua orang ahli kimia ini asam adalah suatu spesies yang dapat menyumbangkan proton (proton donor), sedangkan suatu basa (proton akseptor) yakni suatu spesies yang dapat menerima proton dari suatu asam.
Misalnya reaksi antara HCl dan air. Reaksi sebagai berikut
HCl(aq) + H2O(l) ──→ H3O+(aq) + Cl‾(aq)
Dari reaksi di atas HCl disebut asam B-L karena dapat menyumbangkan proton kepada air. Karena air menerima proton dari HCl maka air disebut basa B-L. H3O+ dan Cl‾ yang terbentuk dapat bereaksi kembali dengan satu sama lain menghasilkan HCl dan H2O. Reaksi kebalikan ini disebut juga reaksi Bronstet-Lowry. Dimana ion hidronium berperan sebagai asam dan Cl‾ berperan sebagai basa.  maka reaksi yang terjadi dapat sebagai suatu kesetimbangan, dimana didapatkan dua asam dan dua basa. dengan masing-masing  asam dan basa, satu berada disebelah kiri dan satu berada disebelah kanan anak panah.
HCl(aq) + H2O(l) ──→ H3O+(aq) +    Cl‾(aq)
asam          basa                  asam konjugasi        basa konjugasi
Pada teori asam basa Bronsted-Lowry dikenal istilah konjugat. Istilah konjugat dihubungkan dengan kehilangan dan penambahan proton sehingga membentuk pasangan asam basa. Pada reaksi di atas Cl‾ adalah basa konjugat bagi HCl atau HCl asam konjugat bagi basa Cl‾. Sedangkan H2O adalah basa konjugat bagi H3O+ atau H3O+ asam konjugat bagi H2O.
Konsep asam basa Bronsted-Lowry cakupannya lebih luas, sebab bukan hanya reaksi yang berlangsung di dalam air, tetapi dapat digunakan untuk meramalkan reaksi asam basa yang berlangsung tanpa adanya pelarut sama sekali. Misalnya jika HCl dicampur dengan NH3, akan bereaksi dengan segera membentuk padatan yang berwarna putih NH4Cl. Dengan reaksi
NH3 + HCl    ──→ NH4+ +           Cl‾
Basa      asam       asam konjugasi       basa konjugasi
Dari reaksi di atas diketahui bahwa reaksi ini berlangsung berdasarkan teori asam basa Bronsted-Lowry. Namun demikian reaksi ini tidak melibatkan ion hidronium dan ion hidroksida sehingga teori Arhenius tidak berlaku bagi reaksi ini.
Berdasarkan teori B-L dapat dikatakan bahwa suatu spesies dapat berperan sebagai asam dan pada keadaan tertentu dapat pula berpean sebagai basa. spesi-spesi seperti ini disebut zat amfoter atau spesi amfoter. Air dan juga pelarut-pelarut lain yang mengandung gugus -OH dapat bertindak sebagai basa dan juga dapat bertindak sebagai basa.
Teori Asam Basa Lewis
lewis acid baseTeori asam basa Bronsted Lowry cakupannya lebih luas dari dari teori asam basa Arhenius sebab tidak hanya digunakan untuk reaksi yang berlangsung dalam air. Namun demikian konsep Bronsted-Lowry memiliki kelemahan sebab hanya membahas adanya serah terima proton. Padahal banyak reaksi yang termasuk reaksi asam basa tetapi tidak dapat dijelakan menggunakan teori Bronsted-Lowry.
Keterbatasan yang tidak dapat dijelaskan menggunakan teori Bronsted-Lowry, berhasil dijelaskan oleh G. N. Lewis. Teori asam basa yang dikembangkan oleh lewis hanya dipusatkan kepada basa. suatu basa adalah spesies yang memberikan pasangan elektron untuk membentuk ikatan kovalen. Suatu asam adalah spesies yang dapat menerima pasangan elektron untuk mebentuk ikatan.
Kelebihan teori asam basa Lewis yaitu reaksi-reaksi tertentu yang tidak termasuk dalam teori asam basa Bronsted-Lowry, ternyata dengan menggunakan teori Lewis reaksi tersebut termasuk reaksi asam basa. misalnya reaksi yang terjadi antara amoniak dengan boron trifluorida.
H3N + BF3 ──→ H3N→BF3
Senyawa-senyawa yang mengandung unsur yang memiliki elektron valensi tak lengkap, seperti BF3 dan AlCl3 cenderung menjadi asam Lewis. Sedangkan senyawa atau ion yang memiliki pasangan elektron beabs cenderung berperan sebagai basa.

No comments:

Post a Comment

Web hosting

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls